This is featured post 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

MENGATASI BANJIR DI SAMARINDA

1 komentar

Mencermati permasalahan banjir di Kota Samarinda, tentulah bukan semata permasalahan budaya membuang sampah di sembarang tempat. Ada berbagai hal yang lebih dalam yang perlu diperhatikan dalam melihat permasalahan banjir di Kota Samarinda.
Karakteristik umum banjir Kota Samarinda adalah sebagian besar disebabkan karena aliran alam (sungai ataupun anak sungai) telah semakin dipaksa menyempit, tempat penyerapan air (rawa, danau) yang semakin tiada dan pepohonan yang semakin sedikit.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka penting dan mendesak untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Penetapan Kawasan Lindung Lokal
Sudah sepatutnya DPRD Kota Samarinda bersama dengan Pemerintah Kota Samarinda membuat sebuah Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi kawasan-kawasan yang bernilai penting bagi ekologi maupun sosio-kultural warga Kota Samarinda.
Perda Kawasan Lindung Lokal tersebut melindungi kawasan-kawasan rawa yang tersisa, kawasan perbukitan kapur, serta kawasan mangrove di wilayah Kota Samarinda. Usulan lokasi (sementara) untuk rawa adalah pada wilayah Jl Inpres, Jl Belatuk, Jl Banggeris, Jl A Wahab Syahranie. Untuk lokasi mangrove adalah sepanjang tepi Mahakam, mulai dari Jembatan Mahakam hingga Jl Slamet Riyadi (depan Depot Pertamina).
2. Perketat Pembangunan Perumahan
Dalam pemberian pembangunan perumahan kepada developer, wajib mensyaratkan untuk menyisakan 30% dari luas kawasannya untuk tetap sebagai Ruang Terbuka Hijau, dimana separuhnya harus diperuntukkan bagi pepohonan. Demikian pula dalam jalan-jalan, wajib untuk ditanami pepohonan. Selain itu, untuk setiap bangunan yang dibangun, wajib memiliki sumur resapan (ataupun bio-pori) dengan volume dan jumlah yang disesuaikan dengan luasan atap bangunan.
Dalam pemberian Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) wajib menambahkan prasyarat untuk membuat sumur resapan (ataupun bio-pori) dengan volume dan jumlah yang disesuaikan dengan luasan atap bangunan, pada setiap IMB yang akan diberikan. Lebih disarankan untuk membangun dengan model panggung, dimana pada bagian tanah tidak dilapisi lagi dengan semen. Dan untuk kepentingan jalan di areal rumah/bangunan, menggunakan paving-block berpori. Prasyarat berikutnya adalah kewajiban menanam 6 (enam) batang pohon untuk setiap rumah/bangunan, dan bukan semata taman. Yang dimaksud pohon adalah tumbuhan berkayu yang dapat memiliki diameter lebih dari 10 cm.
3. Perlindungan Kawasan Persawahan dan Kebun Rakyat
Sudah menjadi penting bagi Pemerintah untuk melakukan perlindungan terhadap areal Persawahan dan Kebun Rakyat, baik dari pengambilalihan paksa maupun dari bencana ekologi. Kawasan hulu dari persawahan dan kebun rakyat sudah selayaknya dilindungi. Hal ini menjadi penting, terutama untuk menopang kebutuhan bahan pokok warga kota. Misalnya saja di kawasan Handil Bhakti, selalu terjadi banjir setiap tahun yang merendam persawahan akibat perubahan lahan di kawasan lebih hulunya.
4. Perluasan Kawasan Berpepohonan
Samarinda membutuhkan kawasan berpepohonan yang lebih luas. Kawasan ini termasuk di dalamnya adalah hutan kota, kawasan ruang terbuka hijau, lahan pekarangan rumah dan perkantoran berpepohonan, dan kawasan pusat perbelanjaan dengan pepohonan.
Dari hasil kajian Supriadi (2006) ditunjukkan bahwa kebutuhan hutan bagi Kota Samarinda di tahun 2011 adalah seluas 19.875,72 hektar (27,68% dari luas kota). Melihat kondisi saat ini, maka Kota Samarinda memiliki kekurangan 19.184,61 hektar.
Namun hal yang masih penting diperhatikan dalam penentuan lokasi hutan kota adalah letak dan luasan pada setiap sub DAS, sehingga terdistribusi dengan baik dan dapat berfungsi dengan optimal.
5. Pengelolaan Drainase
Pengelolaan drainase tidaklah semata untuk memelihara selokan ataupun saluran air. Namun lebih jauh daripada itu, sungai-sungai (alam) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai sungai alam, harusnya dapat tetap dipertahankan keberadaannya dengan tidak menutup aliran sungai yang telah ada. Hal yang telah terjadi semisal sungai alam yang telah ditutup akibat pembangunan Lembuswana Mal. Sementara dua buah anak sungai Karang Mumus juga akan ditutup untuk kepentingan pembangunan Bandara Samarinda di Sungai Siring.
6. Pencabutan Perijinan Pertambangan
Pertambangan telah dengan sangat nyata merugikan bagi kepentingan ekologi dan sosial-ekonomi rakyat. Pembukaan batubara di berbagai kawasan Samarinda telah menunjukkan arah yang tidak baik bagi kepentingan warga kota di masa mendatang. Sudah bukan waktunya lagi pemerintah berpihak kepada pemodal. Saat ini sudah saatnya pemerintah membangun keberpihakan kepada warga. Sesaat lagi, sistem politik akan bertumpu pada warga, dimana uang bukan lagi kuasa.
7. Penghentian Pembangunan Bandara Samarinda di Sungai Siring
Bandara Samarinda di Sungai Siring secara nyata tidak layak ditinjau dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Walaupun kemudian Komisi AMDAL Propinsi Kalimantan Timur menyatakan telah lulus AMDAL, namun bila dikaji lebih dalam lagi, senyatanya proses kajian AMDAL TIDAK PERNAH DILAKUKAN oleh Konsultan AMDAL. Akan ada dua anak sungai Karang Mumus yang dipotong, Hutan Pendidikan dan Kebun Botani Unmul akan terganggu, demikian pula terhadap kawasan-kawasan sekitarnya. Maka untuk Bandara Samarinda di Sungai Siring, akan lebih baik dibatalkan.
Bila terlalu sulit untuk mewujudkan gagasan di atas, ada sebuah tawaran solusi alternatif yang mungkin akan lebih menarik, dimana Pemerintah Kota Samarinda harus mendesign ulang sarana transportasi kota menjadi sistem transportasi perairan, yaitu dengan merubah jalan-jalan kota menjadi kanal-kanal yang juga merupakan jawaban atas semakin mengecilnya ruang bagi air di kota.
Namun, bila saja Pemerintah Kota Samarinda telah berhasil mengatasi permasalahan banjir di Kota Samarinda.

SMK Negeri 7 Samarinda

0 komentar

The Best IT School In Samarinda

      SMK N 7, sebuah Sekolah Menengah Kejurusan di Samarinda yang terletak di jalan Aminah Syukur, No 82 adalah sebuah sekolah yang bergerak di bidang IT. Sekolah yang luasnya kurang lebih mencapai 256 m2 ini awalnya hanya menempati gedung SDN 030 sampai ditetapkannya SK. Walikota Samarinda pada tahun 2004 tentang Ijin Pendirian Sekolah Baru yang sekaligus sebagai pengukuhan sekolah. Dan pada saat itu juga, SMK N 7 di tetapkan oleh Dikmenjur sebagai Koordinator ICT Center dengan Sub kegiatan :



* Pengembangan Diklat
* Pengembangan Software
* Pengembangan perbaikan dan perawatan (MR)          
* Pengembangan WAN Kota dan Jardiknas
* Pengembangan Diklat MTU
* Pengembangan TVE


       Pada awal berdirinya (2002), SMK N 7 hanya mempunyai satu jurusan IT, yaitu TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). TKJ yang pertama berdiri tentu saja memiliki pengalaman dan lulusan yang lebih banyak dibanding jurusan yang lain. Tapi tidak semua murid berbakat pada bidang TKJ. Pada tahun 2004, sekelompok murid lebih tertarik pada bidang Multimedia. Mereka mencoba membuat film dan mengeditnya sendiri. Hal inilah yang menginspirasi Pak Edih, sang Kepala Sekolah untuk menambah satu muran lagi yaitu MM (Multimedia). Dan 2 tahun kemudian, tepatnya 2006 dibentuklah jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak).

Lampu Taman Tepian Beroperasi

0 komentar

SAMARINDA - Empat tahun menunggu, akhirnya lampu taman yang menerangi perkarangan taman tepian mahakam tepatnya di depan Masjid Islamic Center Samarinda sudah mulai beroperasi. Hal itu tentunya mengundang kagum Walikota yang mengharapkan kawasan itu benar-benar bisa tertata dan indah dengan harapan bisa dipergunakan sebagaimana peruntukannya.
"Alhamdulillah akhirnya lampu di taman ini sudah bisa menyala dan tidak gelap lagi," celetuk Syaharie yang malam itu menyempatkan untuk melihat perkarangan taman Tepian yang mulai terang usai menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Islamic Center, Sabtu (14/01).
Sebelumnya, Walikota sudah meminta agar taman Tepian Mahakam depan Islamic Centre agar bisa segera dilakukan pemasangan lampu penerangan jauh sebelum kegiatan PON XVII pada 2008 lalu, yang saat itu dirinya masih menjabat sebagai Wakil Walikota Samarinda.
Bahkan ia sempat memerintahkan Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Discipkatakot) untuk menindaklanjuti masalah tersebut dengan mengupayahkan alternatif tenaga surya hingga berkorban untuk dipotong gaji demi memuluskan wacananya tersebut, demi sebuah lampu penerangan taman di depan Masjid Islamic Center.
"Kalau terang begini kan bagus pemandangannya  di malam hari, keindahan taman bisa terlihat. Dan tentunya juga akan mendukungan keindahan dari masjid Islamic Center itu sendiri," kata Syaharie yang malam itu didampingi Asisten I Diwansyah,Kepala Badan Perizinan H Sofyan, kepala Discipkatakot Hero Mardanus dan Kepala Satpol PP Ruskan.
Melalui kesempatan itu, kepada wartawan Syaharie mengatakan ucapan terimakasih kepada pihak PLN dan Masjid Islamic Center yang telah memberikan daya penyambungan aliran listrik hingga akhirnya lampu penerangan tersebut bisa beroperasi.
"Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Samarinda, mungkin usai beribadah bisa langsung rileks dengan melihat keindahan taman tepian mahakam," lontarnya.
Untuk itu, dia mengharapkan dengan adanya penerangan di kawasan taman tersebut setidanya bisa mencegah tindak kriminalitas dan perbuatan asusila yang mungkin sebelumnya dilakukan oleh warga, akibat belum beroperasinya penerangan di kawasan tersebut.

Reformasi Birokrasi, Optimalkan Layanan Publik

0 komentar

SAMARINDA - Gebrakan baru terus diupayakan Pemerintah Kota Samarinda untuk terus mengoptimalkan pelayanan publik bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail dalam pertemuan dengan empat Kepala SKPD di lingkungan Pemkot Samarinda, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Samarinda, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Kepala Inspektorat Wilayah beserta seluruh jajaran ke-empat SKPD tersebut usai Apel pagi (16/1) kemarin.
Menurut Nusyirwan, bagian terpenting dari reformasi birokrasi adalah reformasi mindset. Birokrasi harus mampu dan mau melakukan perubahan sistem dan prosedur pelayanan kepada masyarakat dengan berorientasi pada metode organisasi modern, yaitu pelayanan cepat, tepat, akurat, terbuka dengan tetap mempertahankan kualitas, efisiensi biaya, dan ketepatan waktu.
“Mind set atau kerangka berpikir adalah faktor penting dalam reformasi birokrasi yang sedang gencar kita laksanakan. Hal ini menjadi penting karena keragka berpikir merupakan cara pandang kita terhadap berbagai hal dalam dinamika pembangunan. Jika sesuatu pelayanan dapat dipermudah, maka jangan dibuat sulit sehingga masyarakat dapat memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikannya program peningkatan kualitas dan kuantitas pelayan publik tersebut akan lebih difokuskan pada sejumlah bidang yang bersentuhan langsung dengan program kebutuhan dasar masyarakat.
Sejumlah program tersebut telah pula ditargetkan dalam APBD 2012, di antaranya bidang kesehatan, pendidikan dan pembangunan sarana infrastruktur yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Struktur APBD kota Samarinda tahun 2012 ini sudah lebih baik dari tahun sebelumnya sehingga memberikan ruang pendanaan yang lebih baik terhadap kegiatan Pemerintah Kota, khususnya yang berhubungan dengan layanan publik,” sebutnya.
Menyinggung kinerja Pemkot Samarinda, Nusyirwan mengatakan agar tiap Kepala SKPD menyusun program kerja yang realistis sesuai dengan nilai anggaran yang ada sehingga tidak ada terjadinya pengembalian keuangan kepada Pemerintah dalam bentuk silpa oleh karena program kerja yang disusun tidak dapat dilaksanakan.
“Jangan sampai ada silpa pada akhir APBD 2012 mendatang karena jika ada silpa, berarti ada program kerja dari SKPD yang tidak dapat dilaksanakan. Oleh karena itu program kerja harus realistis dan dapat dicapai hal ini terkait dengan optimalisasi kinerja Pemkot Samarinda,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa pembangunan yang sukses memiliki tiga indikator yang harus dipenuhi, yaitu stabilitas yang baik, pertumbuhan ekonomi yang sehat dan mandiri, serta penurunan jumlah masyarakat miskin.
Oleh karena itu untuk mewujudkan ketiga hal tadi perlu kerja sama yang sinergi diantara seluruh SKPD di lingkungan Pemkot Samarinda.
Terkait Jamkesda, Nusyirwan menginginkan agar program Jamkesda dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Samarinda yang belum memiliki asuransi kesehatan manapun.
Dirinya menegaskan agar dilakukan koordinasi dengan Humas Pemkot Samarinda dalam mensosialisasikan program tersebut dan mengedukasi masyarakat untuk benar-benar mengoptimalkan program Jamkesda.

Blora ‘Berguru’ Benahi Infrastruktur

0 komentar

SAMARINDA - Sebagai kawasan daerah penyangga gula nasional untuk tahun 2013, Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah saat ini memiliki intensitas kegiatan pembangunan cukup tinggi, namun kenyataannya sarana infrastruktur berupa jalan maupun jembatan di daerah penghasil sapi potong unggulan tersebut saat ini tidak seperti yang diharapkan.
Selain minim banyak pula yang sudah mengalami kerusakan parah. Namun untuk memperjuangkan pengadaan maupun perbaikannya, jajaran pejabat dan anggota DPRD yang memiliki komoditi unggulan bidang pertanian dan perkebunan ini menemui beberapa kendala, khususnya dari segi mekanisme penganggaran maupun proses pengerjaan, untuk itu mereka memilih berkunjung ke Kota Samarinda guna mencari masukan sebagai pembanding untuk pelaksanaan pembangunan di daerah mereka.
”Khususnya dalam hal pengalokasian dana, apakah ada pekerjaan pembangunan jalan yang dilaksanakan pada tahun jamak,” tanya Sudarmo, Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemerintah Kabupaten Blora, selaku ketua rombongan kepada Sekkot H Zulfakar Noor beserta jajaran dalam pertemuan di ruang rapat Wakil Walikota Samarinda, Selasa (17/1).
Lebih lanjut ia mempertanyakan apakah dalam kontrak kerja yang bersifat multiyears ini bisa melibatkan beberapa sumber dana untuk pembiayaan, dan siapa saja pejabat yang terlibat untuk menanda tangani kotrak kerja tersebut. Menanggapi pertanyaan tersebut Zulfakar menjelaskan bahwa sesuai aturan yang ada pelaksanaan kontrak kerja untuk kegiatan tahun jamak diatur supaya tidak sampai melampaui masa jabatan seorang kepala daerah, untuk itu dalam pelaksanaannya harus dicantumkan dalam perjanjian kerja.
”Sedangkan siapa saja pejabat yang terlibat di dalamnya jelas pula dalam aturan bahwa apabila memiliki nilai diatas Rp 100 miliar maka yang menandatangani adalah kepala daerah,” jelas Zulfakar.
Namun untuk berbagi pengalaman Zulfakar mengisyaratkan pemerintah Kota Samarinda saat ini sangat selektif untuk membatasi kontrak kerja tahun jamak tersebut, ini dilakukan guna menghindari adanya hutang di kemudian hari.
”Jadi dalam pengerjaannya misalkan jalan akan dilakukan secara terpisah sesuai fungsi efektifitasnya, kecuali bila proyek tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah,” imbuhnya.
Sedangkan untuk skema pembiayaan bisa dilakukan secara penuh oleh APBD Kota, bisa pula melalui bantuan Pemerintah Propinsi bahkan Pusat.

Gali Potensi, Pertandingan antar Pelajar

0 komentar

SAMARINDA - Hari  Jadi  Kota Samarinda dan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Samarinda tahun 2012, benar-benar menjadi momentum khusus bagi seluruh warga Samarinda, karena selain dimeriahkan beragam kegiatan hiburan rakyat, sejumlah lomba dan pertandingan pun digelar dalam perhelatan peringatan kali ini. Salah satunya pertandingan aneka bakat seperti musik dan dance, kemudian adapula lomba pidato, hingga basket 3 on 3  bagi kalangan pelajar SLTA Kota Samarinda.
“Kegiatan pertandingan ini merupakan kerjasama Pemerintah Kota Samarinda bersama dengan salah satu perusahaan telekomunikasi Axis,” ujar Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Kota Samarinda, Erham Yusuf di ruang kerjanya, Selasa (17/1) kemarin.
Adapun babak finalnya akan dilaksanakan di Plaza Mulia pada tanggal 21 Januari, dimana babak penyisihan telah dilaksanakan di MAN 1 Samarinda.
Erham menyebut kegiatan ini sengaja digelar pihaknya dalam rangka memeriahkan hari jadi kota, sekaligus ajang silaturahmi dan menjaga kekompakan sesama pelajar di Kota Samarinda.
“Karena yang kita harapkan dengan adanya even-even seperti ini bisa menjadi sarana kedekatan bagi sesama pelajar di Samarinda untuk saling mengenal sekaligus pula mengasah potensi  pada beberapa bidang  yang selama ini masing-masing ada dimiliki,” katanya lagi.
Dan yang tidak kalah penting menurut Erham lagi  dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan bisa menjadi alternative kesibukan bagi kalangan pelajar terhadap hal-hal yang sifatnya positif bahkan bisa sebagai ajang prestasi dimasa selanjutnya.
“Dalam arti dengan adanya keikutsertaan pelajar di kegiatan seperti ini, setidaknya bisa mengisi kekosongan waktu bermain mereka sehingga bisa menekan kemungkinan-kemungkinan para pelajar ini terseret ke arah pergaulan negative seperti narkoba dan lain sebagainya,” harap Erham.
Karena selain dituntut ketrampilan dan ketangkasan dalam bermain, para peserta yang terlibat di kegiatan ini dituntut memiliki wawasan luas, seperti halnya dalam lomba pidato.
“Jadi dengan adanya pengetahuan dan wawasan kita harapkan bisalah menjadi ajang pembekalan dan pemahaman bagi kalangan pelajar untuk berpikir lebih cerdas dan maju,”demikian Erham berharap

 

Nugraha Blog's © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers